Kamis, 01 April 2010

Slithice, Naga Siren

Setelah banyak jatuh korban, Melv penyihir dari elf pergi menemui putri Mirana.
" putri, apa yang harus kita lakukan??" "hmm.... Para naga adalah musuh yg mempunyai kemampuan dan berada di sekitar hutan ini." "jadi??" "Melv, ajak mereka untuk berkerja sama, yakinkan mereka untuk menjadi satu tim. ini merupakan cara untuk bertahan dari musuh lainnya." tiba-tiba salah satu pengintai melapor "putri, markas terluar di serang oleh para naga." Melv menjawab " putri, akan kubereskan dan melaksanakan perintah putri." "baiklah. usahakan untuk berhasil, para dewi memberkati mu" Dengan mengucap beberapa kata "GRY RC BEG" melv langsung berada di markas terluar. Pemimpin para naga adalah Illidian dan menteri mereka Sladar dan Naga Siren. penyerangan itu dipimpin Naga Siren " Menyerahlah para elf, kalian tak akan pernah menang." "Tunggu slithice!" "Melv?? apa yang kau inginkan??" "Aku datang dengan kedamaian, percayalah bahwa perang ini hanya membawa kesengsaraan. Semua ini hanya karena para Undead." "Kalian para elf sangat licik, bagaimana aku bisa percaya?" "Aku adalah high elven, gabungan dari darah human dan elf. Percayalah!! Aku tak akan mencurangimu." Hening tercipta setelah kata-kata itu dilontarkan, senjata berhenti digerakan. Bisu menghampiri setiap mulut mereka. Raja siang ingin kembali ke peraduannya tatapan mata yang tajam terlihat dari kedua belah pihak. "TIDAK!!! kalian tak akan pernah berdamai. ini hanya trik, pasukan jangan berhenti, SERANG!!!" Slithice tak ingin berdamai, genderang perangpun ditabuhkan. "aku ingin berdamai tapi tampaknya kau ingin perlawanan. Serang!!!" dengan sedikit mantra Melv memanggil awan hitam yang diikuti oleh hujan es yang tajam.
"Argh!!" terdengar oleh slithice dan di sapukan pandangnya ke sekeliling. pasuakannya telah kalah dengan hujan es yang tajam itu. " Kembali Ke markas!!! Melv... akan kupertimbangkan ajakan mu." Melv berhenti mengucapkan mantra2 itu. saat bulan bersinar terang benderang, Melv menemui putri Mirana. "Putri, mereka akan mempertimbangkan ajakan kita." "Terima kasih Melv, kau sangat membantuku." "Baiklah putri, saya permisi dulu."
"benarkah mereka ingin perdamaian?? Haruskah ku percaya" gumam Slithice. sebentar-bentar ia alihkan pandangannya pada pasukannya. "Hmmm...... Mungkin akan ada penyelesaiannya jika langkahku benar."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar